PENGHASILAN DARI GULA AREN DI DESA KARANG WARINGIN
Gula aren sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemanis makanan dan minuman yang menjadi substitusi gula pasir (gula tebu). Gula aren diperoleh dari proses penyadapan nira aren yang kemudian dikurangi kadar airnya hingga menjadi padat. Rata-rata penduduk di Desa Karang Waringin mempunyai lahan yang ditanami atau ditumbuhi pohon aren, dan selama ini gula aren dijadikan sebagai sumber mata pencaharian mereka. Adapun pengolahannya masih dilakukan secara tradisional dan gula aren yang dihasilkan dalam bentuk cetak. Hasil produksi gula aren ini biasanya oleh pelaku usaha dijual langsung ke pembeli (konsumen), warung- warung, pasar maupun pengepul yang datang pada hari-hari tertentu. Harga jual gula aren per satu biji adalah antara Rp. 6.000, dan dalam satu hari dapat diproduksi antara 7 sampai dengan 10 biji. Permintaan gula aren akan meningkat pada saat bulan ramadhan, hari raya idul fitri dan hari raya idul adha.
jadi menurut kepala Desa Karang Waringin, Pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup usaha / perusahaan, semakin besar pendapatan yang diperoleh maka semakin besar kemampuan untuk membiayai segala pengeluaran dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh usaha/perusahaan. Usaha gula aren sendiri tentunya tidak lepas dari persaingan, sehingga pelaku usaha gula aren harus mampu mengelola dan menganalisis agar usahanya dapat berkembang dan menguntungkan. Untuk itu melalui analisis pendapatan dapat diketahui seberapa besar penerimaan yang dihasilkan dan keuntungan usaha yang didapatkan oleh pelaku usaha gula aren dalam menjalankan usahanya.