KOPI SEBAGAI PENGHASILAN TAHUANAN DI DESA KARANG WARINGIN
Sebagian besar keluarga yang ada di Desa Karang Waringin adalah Petani Kopi, diantaranya ada kopi arabika, kopi unggulan dan beberapa jenis kopi lainnya.
Zaman berganti. Waktu terus berputar. Teknologi pertanian terus meningkat dengan menawarkan berbagai pilihan dalam bercocok tanam tetapi sebagian besar masyarakat Desa Karang Waringin Mereka tetap setia dan sabar pada jalurnya, yaitu menjadi petani kopi. Kopi seakan menjadi belahan jiwa yang tak terpisahkan. Maka Jangan Heran apabila hampir seluruh wilayah Desa Karang Waringin Di mana-mana terlihat perkebunan kopi. Tanaman kopi tidak hanya dijumpai di kebun-kebun yang jauh tetapi juga tanaman penghias di pekarangan rumah. Tidak hanya itu, jika Anda berkesempatan bertandang ke Desa Karang Waringin Anda pasti disuguhkan minuman kopi hangat.
Menjadi petani kopi sebenarnya mudah. Petani kopi adalah orang-orang yang memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, atau bisa saya katakan "kesabaran tingkat dewa". Kenapa demikian..? Proses menghasilkan secangkir kopi yang dihidangkan di atas meja penyelesaian semudah membalikan telapak tangan. Ada keringatan kesabaran di baliknya. Berkaitan tanam lainnya, kopi juga melewati tahapan-panjang yang membutuhkan waktu, tenaga, materi dan kesabaran. sebagai daerah yang memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Biasanya musim hujan berakhir pada bulan April atau paling lama di Bulan Mei dalam tahun berjalan. Pada musim penghujan seperti ini banyak petani menanam bibit kopi muda sebagai tanaman sulam.
Prosesnya tentunya tidak sampai dis itu, selanjutnya perlu perawatan dan pembersihan rutin sehingga kopi tersebut bertumbuh subur, bila tidak maka berbagai jenis hama akan mengancam. Merawat kopi memang ibarat merawat bayi. Kopi jenis arabika biasanya berbunga dan berbuah pada usia tiga tahun. Sebuah waktu yang tak singkat.
Pekerjaan belum selesai. Kopi membutuhkan waktu setahun untuk menjadi matang dan siap panen sejak berbunga. Saat panen tiba, biasanya kita beramai-ramai ke kebun. Untuk areal perkebunan yang rata-rata tentunya sulit karena diareal pengunungan dan perbukitan.